Pasamanbarat.com — Jembatan Sungai Batang Batahan, Pasbar ambruk. Lima jorong dengan jumlah penduduk sekitar 2.000 jiwa di Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan terisolasi. Peristiwa itu terjadi Selasa (11/12) sekitar pukul 14.00 WIB.
Tidak hanya itu, satu unit mobil L300 yang sedang melintas di jembatan tersebut jatuh ke sungai yang tingginya sekitar 17 meter. Sopir dan karnek mengalami luka-luka.
Walinagari Batahan, Syamsir Alam ketika dikonfirmasi Singgalang, menyatakan akibat peristiwa itu arus transportasi ke lima jorong putus total.
“Sekitar 2.000 atau 600 kepala keluarga kini terisolasi disebabkan jalan menuju kampung tersebut putus total,” katanya.
Lima jorong yang terisolasi tersebut yaitu Jorong Silayang Mudik, Paraman Sawah, Taming Tengah, Taming Julu dan Jorong Tanjung Larangan.

“Mendengar kabar itu kami langsung ke lokasi dan melihat mobil tersebut sudah berada di dalam sungai. Syukur saja, sopir L300, Pernandes, dan kerneknya selamat. Kini memperoleh perawatan di puskesmas setempat” sebut Syamsir Alam.
Selain pemerintah nagari, tim dari Kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga berada di lokasi untuk memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan.
Dikatakan Syamsir, jembatan itu sudah berumur tua makanya ambruk apalagi aliran air sungai yang selalu besar ketika hujan datang. Panjang jembatan sekitar 65 meter dengan tinggi 17 meter dan lebar sekitar 2 meter.
Kini masyarakat setempat kalau ingin pergi keluar terpaksa menempuh jalur alternatif sejauh 14 kilometer. Itupun tidak bisa ditempuh jika musim hujan karena menggunakan jalan tanah dalam perkebunan yang licin dan berbahaya. “Kita berharap kepada pemerintah kabupaten agar dapat memperbaiki jembatan ini. Sebab jembatan itu merupakan satu-satunya akses menuju lima kejorongan tersebut” sebut Syamsir Alam.(*)

 

 

 

Sumber: hariansinggalang.co.id