Pasamanbarat.com —Kejaksaan Negeri Simpang Ampek, Kabupaten Pasaman Barat memanggil Kepala Dinas Pendidikan setempat Hendri Satriawan dan Ketua Program Studi PGSD Universitas Bung Hatta (UBH) Zulfa Amrina.

“Pemanggilan dilakukan terkait dugaan pungutan liar oleh mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Ikbal terhadap para guru yang kuliah di UBH,” ujar Kasi Pidana Khusus Kejari Simpang Ampek Erman Syafruddianto di Simpang Ampek, Kamis. Seperti dilansir antara-sumbar. Hendri Satriawan tiba di Kejari Pasaman Barat sekitar pukul 07.30 WIB dan keluar pukul 10.00 WIB. Dia memberi keterangan seputaran dugaan pungutan liar yang dilakukan salah seorang mantan anak buahnya terhadap para guru yang kuliah lokal jauh di UBH.

“Dia dicecar 16 pertanyaan namun lebih banyak menjawab tidak tahu. Meski demikian kita akan terus mengusut tuntas kasus pemerasan ini,” ujar Erman. Sedangkan kepada Ketua Program Studi PGSD UBH Zulfa Amrina juga diberikan 16 pertanyaan. Menurut Erman, pada kasus ini sepertinya pihak UBH tidak mengetahui perihal adanya pungutan liar yang dilakukan Ikbal. Kepada penyidik Zulfa Amrina mengakui hanya meminta apa yang sudah diputuskan UBH seperti uang kuliah dan lainnya. Sementara untuk pungutan lain dia mengaku tidak mengetahuinya.

“Terkait kasus itu kita telah memanggil beberapa orang yang terdiri dari Sekretaris Dinas Pendidikan Ramli dan enam orang guru yang menjadi korban pemerasan Ikbal,” ujar Erman. Keenam guru itu masing-masing “D.” “NR,” P,” “HG,” “NE,” dan “DL.” Para guru yang melaporkan kasus dugaan pemerasan itu sudah dipanggil dan juga sudah dimintai keterangan. “Kita sudah terima beberapa bukti dari para guru berupa rekaman video penyerahan uang dan lainnya. Kita akan terus menyelidiki dan memanggil pihak-pihak terkait seputar kasus ini,” demikian antara-sumbar. BIN 007

 

 

Sumber: bakinnews.com