Jumat, 13 Januari 2012 08:25 WIB

PADANG–MICOM: Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang, dan Permukiman Sumatra Barat selama 2012 akan membangun tujuh paket shelter (tempat perlindungan) mini bencana tsunami di empat kabupaten yang berada di daerah pesisir.

“Tujuh paket pembangunan shelter mini itu dibangun di Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam dan Pasaman Barat,” kata Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar Suprapto di Padang, Kamis (12/1).

Ia menyebutkan berapa paket shelter yang akan dibangun di masing-masing kabupaten itu akan ditentukan tim teknis berdasarkan kebutuhan dan tingkat kerawanan daerah. Sedangkan, lokasi pembangunan tujuh paket shelter mini tersebut ditentukan berdasarkan rekomendasi bupati masing-masing, karena kepala daerah tentu lebih tahu tentang kondisi kerawanan tsunami di daerahnya.

Untuk pembangunan tujuh paket shelter mini tersebut dialokasikan dana mencapai Rp6 miliar yang bersumber dari APBD Sumbar 2012 pada pos belanja Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang, dan Pemukiman Sumbar.

Menurut dia, masing-masing shelter mini tersebut dapat menampung sekitar 200 orang warga untuk mengungsi dana menyelamatkan diri jika terjadi tsunami.

“Dengan demikian, ketujuh shelter tersebut dapat menampung total warga mencapai 1.400 orang,” tambahnya.

Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, dan Pasaman Barat merupakan empat dari tujuh daerah di pesisir pantai Sumatra Barat yang masuk rawan bencana.

Berdasarkan data Biro Pusat Statistik (BPS) Sumbar menyebutkan di Pesisir Selatan terdapat 10 kecamatan dengan 57 nagari (desa) yang berada di pesisir pantai Barat dengan jumlah rumah tangga 55.913 kepala keluarga (KK) dan warga terancam jiwanya mencapai 245.916 orang.

Kemudian di Padang Pariaman terdapat enam kecamatan dengan sembilan nagari yang berada di kawasan pesisir Pantai dan terdapat 44.159 KK serta jumlah warga terancam jiwanya sebanyak 24.861 jiwa.

Lalu, di Agam terdapat satu kecamatan dengan tiga nagari di pesisir pantai Barat dengan 26.053 KK serta 20.644 orang terancam jiwanya. Berikutnya di Kabupaten Pasaman Barat ada lima kecamatan dengan 12 nagari di pesisir pantai Barat dan ada 18.047 KK serta 78.782 warga yang terancam jiwa jika terjadi tsunami. (Ant/OL-10)

 

Sumber: mediaindonesia.com